Minggu, 27 Mei 2012

5 Pemain Sepak Bola yang dianggap Pengkhianat di Inggris

Perseteruan antar club sepak bola di Inggris memang selalu panas. Walaupun nuansa pertandingan derdy tidak seperti di Italia, namun tetap saja persaingan selalu membuat atmosphere persaingan memanas. Terlebih lagi dengan adanya rebut-merebut pemain antar club, demi gengsi club-club tersebut untuk prestasi yang lebih tinggi. Terkait dengan perpindahan transfer pemain, ada 5 pemain sepak bola yang dianggap pengkhianat di Inggris. Jelas sekali para suporter sakit hati dengan ulah 5 pemain sepak bola yang dianggap pengkhianat itu. 5 pemain sepak bola yang dianggap pengkhianat tersebut adalah sebagai berikut:

5 Pemain Bola Inggris yang Dianggap Pengkhianat - Situs Bleachreport merilis 5 pemain bola Inggris yang dianggap sebagai pengkhianat. Inilah mereka.


1. Ashley Cole

 Cole membuat sakit suporter Arsenal (termasuk saya) setelah bergabung dengan salah satu rival abadi Arsenal, yaitu Chelsea pada 2006. Ribuan The Gooner-suporter fanatik The Gunners membalas perlakuan bek kiri Inggris itu dengan mengejeknya ketika menguasai bola serta menunjukkan uang palsu 20 pound sterling ke arahnya. Suporter Arsenal juga menjuluki Cole dengan sebutan Cashley (mata duitan). “Saya sangat marah. Saya tidak bisa mempercayai apa yang saya dengar,” kata Cole setelah memperkuat Chelsea pada laga pertamanya bertemu dengan Arsenal.
 
2. Wayne Rooney 
 
Rooney dianggap pengkhianat oleh suporter Everton ketika memutuskan bergabung dengan Manchester United pada 2004. “Sekali Anda seorang Everton (diandaikan dengan sebutan biru), anda akan selalu biru” tulis bentangan spanduk penggila Everton kepada Wazza, ketika timnya bertemu United pada babak Piala FA Junior 2002. Kepindahannya memang sebuah keputusan yang sangat tepat. Dimana dia dididik oleh manager handal, Sir Alex Ferguson. Kebengalannya pun dapat lebih dikendalikan seiring dengan karirnya yang semakin menanjak. Tidak bisa dipungkiri, sekarang ini Wayne Rooney adalah salah satu element penting di tubuh Mnchester United.

 
3. Jermain Defoe
 
Defoe yang kini membela Tottenham Hotspur dianggap berkhianat oleh suporter West Ham United. Ia sengaja meminta klausul hengkang menuju Spurs tepat ketika The Hammers terdegradasi pada 2003. Sungguh kejam memang atmosphere profesionalisme dimana Jermaine Defoe membutuhkan kompetisi yang dapat terus mengasah bakatnya namun di sisi lain club yang melambungkan namanya malah terdegradasi. Sudah pasti merupakan pilihan sulit, akan tetapi demi pencapaian yang lebih baik dia pun harus meminta club nya, West Ham untuk menjualnya ke Totenham Hotspurs.

4. Alan Smith
 
Mantan penyerang Inggris ini memerahkan telinga suporter Leeds United ketika meminta klausul hengkang ke United. Itu dilakukannya sepekan setelah timnya terdegradasi pada 2007. wajar memang bagi para supporters Leeds United untuk sakit hati karena perginya Alan Smith. Setelah lama dibesarkan oleh club dari kota Leeds, dia pergi saat club nya sangat memerlukan bantuannya untuk keluar dari keterpurukan. Namun, bagi Alan Smith, dengan kualitasnya yang mumpuni, kompetisi Divisi Championship bukanlah kelasnya. Dia harus mengejar level tertinggi dengan bergabung dengan Manchester United. Namun sayang, karirnya di Manchester United juga tidak cemerlang seiring cedera yang sering menderanya.  


5. Sol Campbell 
 
Campbell masih dianggap pemain pengkhianat terbesar dalam sepak bola Inggris. Mulai bermain di Tottenham Hotspur sejak usia 15 tahun, bek gempal itu bergabung dengan Spurs selama 12 tahun dan mencatat rekor 300 penampilan. Namun Campbell tidak memperpanjang kontraknya di Spurs yang akan membuatnya menjadi pemain bergaji termahal di klub untuk bergabung dengan rival sekota Arsenal. Itu terjadi pada 2001 dengan status bebas transfer. (sumber: tempointeraktif.com). Sebuah keuntungan bagi Arsenal pada saat itu untuk mendapatkan bek setangguh Sol Campbel dengan gratis/free transfer. Memang pencapaian genius dari sang profesor, Arsene Wenger yang selalu pelit dalam berbelanja pemain.